previous arrow
next arrow
Slider

PURWOKERTO – Selagi masih muda, mahasiswa didorong untuk belajar berinvestasi di pasar modal. Edukasi ini dimulai dari mengenal jenis dan karakteristik instrumen investasi saham, reksadana, obligasi atau deposito.

Demikian diungkapkan Kepala Otoritas Jasa Keuangan Purwokerto, Sumarlan pada Sosialisasi Penetrasi Pasar Produk Pasar Modal, di Aula Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Wijayakusuma (Unwiku) Purwokerto setempat, Rabu (10/10). ”Perlu dipahami pasar modal itu tempat bertemunya orang kelebihan dana dan kekurangan dana. Produknya antara lain saham, reksadana, saham obligasi.

Nilainya sangat tergantung dari perspektif modal tersebut,” ujarnya pada sosialisasi yang diikuti 97 mahasiswa dari lima program studi di Unwiku ini, kemarin. Investasi di pasar modal sifatnya jangka panjang jadi bukan untuk disimpan dalam waktu dekat dan dicairkan segera.

Pada era digital saat ini investasi bisa dimulai dengan uang Rp 100 ribu. Caranya pun sangat mudah, dapat dilakukan melalui aplikasi di ponsel cerdas layaknya mentransfer dana via mobile banking.

Ivestasi Bodong

OJK Purwokerto akan terus melakukan edukasi untuk melengkapi kebutuhan generasi muda tidak keliru dan berinvestasi kepada produk-produk yang memberikan bagi hasil yang sangat tinggi atau tidak masuk akal mengarah ke investasi bodong.

”Investasi bodong ini terjadi karena kendala literasi dan pengalaman yang masih rendah. Karena itu, penting bagi mahasiswa untuk melek finansial di pasar modal,” tuturnya.

Sosialisasi dilakukan oleh Kepala Sub Bagian Pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) dan Pasar Modal OJK Purwokerto, Winti Hapsari, Bagian Pengawasan IKNB OJK Purwokerto, Ristiani, serta Anton Budiyono dari kalangan industri Mandiri Sekuritas. Dekan FEB Unwiku, Drs Heru Cahyo MSi mengatakan, pemahaman tentang pasar modal ini sangat dibutuhkan oleh mahasiswa.

Pasalnya, mereka akan menjadi ekonom Indonesia di masa mendatang. ”Pemahaman tentang pasar modal berupa kapital market untuk jangka panjang dan finansial market untuk jangka pendek itu masih belum banyak yang memahami. Terobosan mengenai sosialisasi ini sangat kurang sekali,” katanya.

Heru mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan OJK Purwokerto dalam program magang. Terutama bagi mahasiswa dengan konsentrasi konsentrasi keuangan, perbankan dan akutansi.

Sumber : https://www.suaramerdeka.com/smcetak/baca/132871/mahasiswa-harus-belajar-berinvestasi-di-pasar-modal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *